Skip to content

Catatan Akhir Kelas

Teringat Foto Foto Saat Kelas 7
Semoga Foto Foto Ini Bisa di Lihat Oleh Teman Teman Saya SMP UNIVERSAL SCHOOL AL HUSNA TANGERANG

image[/caption]

Harun

image

image

Vicky

image

Ferddy,Jaka,satria,ramadhan,lael

image

image

Halaman SMP AL HUSNA

image

image

Mr.Zakaria

image

Ivan & Ilham

image

image

image

Penata Audio Di Acara Open House 23-24

image

image

Siswa al Husna

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Cuma segini Dulu Gue Harun Ngeshare Foto nya Ya Temen Temen Smp Al Husna

Rep Khedep Lirik JHF

image

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Telanjang bulan malam dan terus berputar
Remang terang lelaki ku berjalan di ufuk fajar
Mandi ku embun-embun rapal
Oh..rep kedhep..rep kedhep

Rara Subaningsih kini telah datang
Berkendara binatang, turun tanpa diramal
Lalu lelakiku pun disandarkanya ke awan
Diberinya aku dengan permata rapal

Lawanku yang sangar sekarang jadi kawan
Lelakiku yang kejam sekarang jadi sahabat
Mungkin karena terselimuti daun kehidupan
Juga berpayungkan belenggu rapal

Daun pulih yang dipetik oleh mbah Koir
Dari karang kreta ia lalu mampir
Lalu lelakiku di olesinya dengan kunir
Rapal nya yang hijau dari daun kenikir

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Tiada yang berani
Goda terbirit lari
Lelaki nyanyikan rapal dengan berapi-api

Batu hitam singgahsana
Gemerlap kilat mata
Gada kencana pria
Marjan emas rapalnya

Peri perayangan hilang (sirna)
segala ketakutan
Laki bulat telanjang
Terangi dengan rapal

Dinyalakan dengan api beribu puji
Gelap terang mewangi harumnya rapal melati

Obor-obor malam gemerlapan
Lelakiku lebur dalam mata air bulan
Sariman bagong terbang
Menghujaniku dengan ludah-ludah rapal
Juh..juh..juh..juh..

Datang berduyun dari jaratan
Beribu ribu kemamang
Lelakiku terang ditetesi nyala rapal

Sudah datang hari pagi
Bergerimiskan matahari

Le Lelakiku sudah tiada lagi
Di ditelan rapal-rapal membunyi
Lelakiku kulakiku lekilaki kulakiku kulakila leki kamu
Mu..mu..dirimu
Sirna sudah nafasku
Hilang sudah mau jasad ku

Tenang tentram hasrat lelakiku
Pu..pu..pulang  dalam d..damai rumah mu

JHF Lirik Rep Kedhep

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Telanjang bulan malam dan terus berputar
Remang terang lelaki ku berjalan di ufuk fajar
Mandi ku embun-embun rapal
Oh..rep kedhep..rep kedhep

Rara Subaningsih kini telah datang
Berkendara binatang, turun tanpa diramal
Lalu lelakiku pun disandarkanya ke awan
Diberinya aku dengan permata rapal

Lawanku yang sangar sekarang jadi kawan
Lelakiku yang kejam sekarang jadi sahabat
Mungkin karena terselimuti daun kehidupan
Juga berpayungkan belenggu rapal

Daun pulih yang dipetik oleh mbah Koir
Dari karang kreta ia lalu mampir
Lalu lelakiku di olesinya dengan kunir
Rapal nya yang hijau dari daun kenikir

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh

Tiada yang berani
Goda terbirit lari
Lelaki nyanyikan rapal dengan berapi-api

Batu hitam singgahsana
Gemerlap kilat mata
Gada kencana pria
Marjan emas rapalnya

Peri perayangan hilang (sirna)
segala ketakutan
Laki bulat telanjang
Terangi dengan rapal

Dinyalakan dengan api beribu puji
Gelap terang mewangi harumnya rapal melati

Obor-obor malam gemerlapan
Lelakiku lebur dalam mata air bulan
Sariman bagong terbang
Menghujaniku dengan ludah-ludah rapal
Juh..juh..juh..juh..

Datang berduyun dari jaratan
Beribu ribu kemamang
Lelakiku terang ditetesi nyala rapal

Sudah datang hari pagi
Bergerimiskan matahari

Le Lelakiku sudah tiada lagi
Di ditelan rapal-rapal membunyi
Lelakiku kulakiku lekilaki kulakiku kulakila leki kamu
Mu..mu..dirimu
Sirna sudah nafasku
Hilang sudah mau jasad ku

Tenang tentram hasrat lelakiku
Pu..pu..pulang  dalam d..damai rumah mu

Orang Indonesia Terlalu Berlebihan Dalam Bahasa Inggris!

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarrakatu.

Sangat Miris Mendengar Pemerintah.Masyarakat.Presiden.bahkan Siswa siswi Sekolah Sangat Bangga Berbahasa Inggris Sampai sampai mereka jadikan Pokok bahasa Sendiri,
Bagi Saya Bahasa Inggris Tidaklah
Harus Di PakaiDi dalam Keseharian Hidup
Karena Kita Mempunyai Banyak Bahasa Daerah danYg Sangat pokok Adalah Bahasa Nasional Indonesia Tapi Mengapa, Kalian Lebih Bangga Berbahasa Inggris?
apa alasan Kalian bercakap cakap dengan bahasa Inggris?
Tidaklah pantas Menggunakan Bahasa Inggris Kalau Kita sudah memiliki Bahasa Nasional Sendiri?
Toh pelajaran Bahasa Indonesia Pun Belum tentu sudah Benar????
Memang Jika kuliah di negara lain, maka secara otomatis orang-orang Indonesia itu harus lancar berbahasa asing terutama Bahasa Inggris. Namun pertanyaannya adalah apakah Bahasa Inggris itu harus dipakai dalam kehidupan sehari-hari disini padahal sudah ada bahasa nasional yang mampu dipakai mulai dari Sabang hingga Merauke.

Bahasa Indonesia dalam batas-batas tertentu telah mampu digunakan untuk untuk berbagai kebutuhan mulai dari sekolah dan di kampus, di kalangan militer dan kepolisian hingga di hubungan politik.

Bahkan kini telah muncul wacana agar Bahasa Indonesia dijadikan bahasa kedua di ASEAN setelah Bahasa Inggris. Alasannya antara lain adalah Bahasa Indonesia yang dasarnya adalah Bahasa Melayu yang biasa digunakan di Malaysia serta Thailand selatan. Bahkan di Australia, Bahasa Indonesia sudah diajarkan di banyak sekolah dan kampus.

Jika Indonesia bermimpi agar Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di ASEAN, bahkan sudah dipelajari di luar negeri, maka kenapa di dalam negeri sendiri bahasa persatuan ini mulai “ digeser” oleh bahasa asing terutama bahasa Inggris.

Kalau kita nonton televisi misalnya acara hiburan, maka sering sang pembawa acara berulang kali menunjukkan “kehebatannya” menguasai bahasa Inggris sehingga oleh para penonton bisa dianggap dia sudah “jadi orang” karena mampu menggunakan bahasa asing.

Kebiasaan memakai bahasa asing itu juga sudah “menular” ke para pejabat, sehingga mereka mulai sering memakai bahasa Inggris hanya untuk menunjukkan kepada rakyatnya bahwa ada program bagi masyarakat kecil, namun “terpaksa” menggunakan Bahasa Inggris misalnya pro poor, kemudian pro job dan pro growth. Dan akhir-akhir ini muncul lagi istilah “Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia” atau MP3EI.

Masyarakat tentu mempunyai hak untuk bertanya apakah bahasa Indonesia tidak mempunyai kta padanan bagi pro job , kemudian pro poor, pro growth hingga masterplan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membawahi sebuah lembaga bernama Badan Bahasa Indonesia.

Apakah para ahli Bahasa Indonesia di lembaga itu tidak bisa diperintah untuk mencari kata-kata guna menggantikan kata-kata dari bahasa Inggris itu.

Risih seorang seniman terkemuka di tanah air baru-baru ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin menjamurnya penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari di tanah air.

“Saya merasa risih,” kata Guruh Soekarnoputra yang merupakan salah satu seniman terkemuka di tanah air ketika baru-baru ini di Jakarta mengomentari semakin maraknya penggunaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris.

Guruh kemudian mengungkapkan bahwa dirinya dahulu sering berkonsultasi dengan pakar bahasa Indonesia, Anton Moeliono jika ingin memakai kata-kata tertentu dari bahasa Indonesia dalam rangka menghindari pemakaian bahasa asing.

Jika Bahasa Indonesia sudah dijadikan bahasa persatuan, maka tentu sikap Guruh tersebut rasanya bukan meru­pakan sesuatu hal yang berlebihan. Kalau bangsa ini sudah memiliki bahasa nasional atau bahasa persatuan, maka tentunya janji yang diucapkan puluhan tahun lalu itu patut dihormati dan terus dijaga sampai kapan pun juga.

Memang akibat globalisasi, maka semakin banyak orang Indonesia yang fasih berbahasa asing, namun mereka tidak boleh lupa bahwa ada Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan.

Dahulu ketika Profesor Bacharuddin Jusuf Habibie menjadi presiden tahun 1998 hingga 1999, maka apakah ahli konstruksi pesawat terbang ini setiap hari “memperlihatkan kehebatannya” berbahasa Jerman dalam pidato-pidato kenegaraannya? Ketika Soeharto selama puluhan tahun menjadi presiden, maka salah satu kritik yang sering dilontarkan kepada diri jenderal itu adalah pidatonya sering terpengaruh bahasa Jawa. Soeharto dalam pidato-pidatonya sering terkesan terpengaruh bahasa asalnya, yaitu bahasa Jawa sehingga jika harus melafalkan kata yang berakhiran “kan” sering menjadi” ken’ misalnya “mengatakan” menjadi “mengataken”.

Era globalisasi memang mengakibatkan semakin banyak warga negara Indonesia yang menjadi “warga dunia” dengan menggunakan bahasa asing seperti Bahasa Inggris atau Bahasa Jerman. Tapi persoalannya adalah apakah istilah-istilah atau kata -kata asing itu harus secara otomatis dibawa ke dalam pembicaraan sehari-hari yang menggunakan Bahasa Indonesia.

Kalau sekarang saja sudah ada sutradara atau televisi yang nekad atau berani memakai bahasa asing When I’am 21 hanya untuk sebuah cerita lokal dan kemudian pejabat negara mempopulerkan kata pro job kemudian pro poor hingga pro growth serta kata masterplan, maka apa yang akan terjadi puluhan tahun lagi jika gejala ini dibiarkan berkembang terus tanpa kendali.

Jika pada tahun 1928 saja sudah ada beberapa pemuda yang mengikrarkan “Sumpah Pemuda” dengan pandangan yang jauh ke depan maka masak bangsa Indonesia yang hidup sekarang ini malah sebaliknya “bergembira ria” semaunya sendiri memakai bahasa asing dalam kehidupan sehari-harinya.

Kalau kebiasaan memakai istilah asing terus dibiarkan tanpa terkendali, maka apakah Sumpah Pemuda masih perlu dipertahankan atau malahan dibiarkan “mati suri”.

Pesan saya :

Intropeksi Diri Kalian Untuk Apa Bercakap cakap Dengan Bahasa Inggris????
Seharusnya Anda memajukan Bahasa Daerah dan Bahasa Nasional Indonesia, Agar Kelak Jika Bahasa dan Budaya Kita di Terima Oleh orang orang Asing
Intinya
Jangan meremehkan Diri sendiri

Semogga Tulisan di Atas Bermanfaat Akhir Kata

Assalamualaikum ta’ala Wabarokatuh…

Asal Mula Nama Yogyakarta?

Assalamualaikum..

image

Taukah Anda Semua Asal mula Nama Kota Yogyakarta
Nama Yogyakarta berasal dari kata Ayodya, nama sebuah kerajaan terkenal dalam jagad wayang dalam serial epos Ramayana. Ayodya adalah kerajaan tempat Sri Rama dilahirkan. Mengapa nama itu dipilih? Berikut ini ceritanya.
Dan Sebelum di Yogyakarta dan Surakarta didirikan kerajaan, wilayah itu menjadi satu dan disebut Mataram dengan ibukota Kartasura, yang jaraknya kurang-lebih sepuluh kilometer disebelah barat Surakarta (yang sekarang terkenal dengan sebutan kota Solo). Di kerajaan ini, bertahta Susuhunan Paku Buwono II. Pada tahun 1740, di Batavia yang sekarang disebut Jakarta, terjadi pemberontakan, yang merembet ke Kartasura, sehingga kerajaan itu, pada tahun 1742 jatuh. Raja beserta pasukan dan semua nara praja melarikan diri kea rah timur, yakni ke suatu tempat, yang kemudian dinamakan Surakarta. Pemerintah penjajahan Belanda atau kompeni ikut membantu memulihkan wibawa raja di tempat yang baru. Namun, keadaan belum juga tenang. Sebab, Raden Mas Said, kemenakan raja, memberontak. Kemudian raja membuat semacam sayembara, yakni: siapapun yang dapat memadamkan pemberontakan itu akan dihadiahi tanah yang luas sekali di daerah Sokowati. Tertarik dengan hadiah itu, Pangeran Mangkubumi, adik raja menyanggupkan diri untuk menenteramkan keadaan. Akan tetapi, Patih Pringgoloyo tidak setuju.
“Kalau Pangeran Mangkubumi mendapatkan hadiah tanah yang begitu luas, ia akan terlalu kuat. Itu berbahaya!” Kata pada saat itu sembari menghaturkan sembah. Sementara masalah itu belum dapat diselesaikan, datanglah Gubernur Jenderal Van Imhoff menagih janji kepada Susuhunan, yakni tanah di pantai utara, sebagai pembayaran atas jasanya membantu memadamkan pemberontakan di Kartasura dan menenteramkan keadaan.
“Hamba setuju. Hamba setuju. Bapak Gubernur Jenderal pan Imop harus diberi hadiah tanah itu. Dan wilayah Sokowati jangan diberikan kepada Pangeran Mangkubumi. Jangan. Pokoknya jangan. Dibatalkan saja janji itu!” Kata Patih Pringgoloyo dengan suara melengking-lengking. Tentu saja, Pangeran Mangkubumi sangat marah mendengar kata-kata yang diucapkan Pringgoloyo. Susuhunan Paku Buwono II, sebenarnya, maklum akan amarah Mangkubumi. Tetapi, Gubernur Jenderal van Imhoff menegur Pangeran Mangkubumi agar dapat menahan diri.
“Kamu harus bersikap sopan Mangkubumi,” kata van Imhoff. Dapat dibayangkan malu Pangeran Mangkubumi. Di rumah sendiri, di kerajaan sendiri, di tanah air sendiri, dikata-katai seperti itu. Karena tidak dapat menahan amarahnya, Mangkubumi segera memberikan sembah kepada Susuhunan Paku Buwono II, dan mohon diri. Ia bergabung dengan Raden Mas Said, orang yang seharusnya tumpas, untuk melawan Belanda yang amat sangat kurang ajar itu.
Pemberontakan yang dipimpin dua bangsawan tangguh semakin hari semakin meluas. Pada tahun 1750, dibawah pimpinan Raen Mas Said, yang juga dikenal dengan Pangeran Samber Nyawa, pasukan pemberontak menyerbu Surakarta. Lagi, kompeni Belanda diminta bantuan untuk mengusirnya. Berhasil memang, tetapi ratusan tentara Belanda terbunuh; beberapa luka parah. Bahkan dua tahun kemudian, 1752, pemberontakan semakin merajalela. Pangeran Mangkubumi berhasil membujuk rakyat dari Madura sampai Banten untuk menolak semua perintah Belanda.
Sementara itu, Paku Buwono II sudah digantikan oleh Paku Buwono III dan van Imhoff sudah diganti von Hohendorff. Dua tahun kemudian, Gubernur Jenderal ini diganti oleh Nicolaas Hartingh. Ia segera menghubungi Mangkubumi dan melalui seorang ulama berdarah Turki, bernama Syeh Ibrahim alias Sarip Besar, menawarkan perdamaian. Tawaran diterima dengan syarat, Mataram dibagi dua. Pembagian kerajaan ini dikenal dengan nama Perjanjian Gianti, yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 1755.
Bagaimana dengan Raden Mas Said yang berjuang bersama-sama dengan Mangkubumi? Kelihaian Belanda adalah memecah belah, mengadu domba, dan kemudian menguasainya. Sebelum Hohendorff diganti Hartingh sudah menghubungi Raden Mas Said dan menawarkan kedudukan sebagai putra mahkota; tetapi ditolaknya. Cara-cara Hohendorff melakukan kontak dibuat sedemikian rupa, sehingga Mangkubumi mencurigai Raden Mas Said. Oleh karena itu, keduanya pecah: mereka berjuang sendiri-sendiri.
Tatkala Perjanjian Gianti ditandatangani, Susuhunan Paku Buwono III menyerahkan keris pusaka bernama Kyai Kopek, yang semula milik Sunan Kali Jaga, kepada Mangkubumi. Pada saat itulah, Mangkubumi resmi menjadi raja dan bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Maka, sekarang tibalah waktunya untuk mencari tempat dimana istana akan didirikan. Sementara usaha sedang berlangsung, Sultan berkenan bertempat tinggal di Ambar Ketawang,. Tidak terlalu jauh dari Art Gallery milik pelukis terkemuka, Drs. H. Amri Yahya.
Beberapa punggawa kerajaan diutus untuk mencari tempat yang tepat. Tentu saja, ini bukan pekerjaan yang mudah. Sebab, walaupun pada waktu itu ilmu pengetahuan membangun rumah belum maju seperti sekarang, pengetahuan tradisional sudah cukup sebagai bekal. Namun, karena kegigihan para punggawa, akhirnya tempat itu ditemukan, yaitu hutan Garjitawati, tidak jauh dari desa Beringan. Sultan pun menyetujuinya. Lalu, akan diberi nama apa kerajaan baru itu?
Alkisah, tatkala masih memimpin perang, oleh para prajurit dan punggawanya yang dekat, Pangeran Mangkubumi senantiasa dipandang mereka dengan penuh kekaguman. Apalagi, tatkala Mangkubumi berhasil menghimpun rakyat dari pantai utara untuk melawan Belanda. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Kemampuan beliau menghimpun rakyat, dipandang para punggawa dan prajurit, bagaikan Sri Rama yang mengerahkan pasukan kera melawan bala tentara raksasa dari kerajaan Alengka. Oleh karena itu, Mangkubumi dijuluki seorang ahli perang. Namun, Mangkubumi juga dikenal sebagai seorang yang gemar bertapa dan bersemedi. Tujuannya, untuk merenungkan semua peristiwa dan mempertimbangkan tindakan yang tepat sebelum melakukannya. Menurut beberapa punggawa, selepas bersamadi, wajah Mangkubumi tampak bersinar; bahkan, dari kedua matanya memancarkan cahaya yang menyorot. Siapa pun yang dipandangnya bagai disentuh hatinya. Tidaklah mengherankan jika punggawa membayangkan bahwa Mangkubumi adalah jelmaan Dewa Wisnu.
Dalam wayang, Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna yang berkerajaan di Dwarawati. Ia menjadi penasihat keluarga Pandawa yang memenangkan pertempuran besar, Bharatayudha. Bagi para punggawa, sebelum Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna, terlebih dahulu menjelma menjadi Sri Rama yang berkerajaan di Ayodya. Karena Mangkubumi yang sudah bergelar Sultan Hamengku Buwono I dipandang sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam ujud Sri Rama, pantaslah jika kerajaannya disebut Ayodya. Demikianlah, maka kerajaan itu disebut Ayodya, yang kemudian disingkat menjadi Yodya.

image

Setiap penamaan, terkadang bukan hanya memberi tanda kepada sesuatu atau seseorang, tetapi juga terkandung harapan. Apalagi, kerajaan itu dibangun dengan kekuatan senjata, pertaruhan jiwa dan raga. Harapan para punggawa, setelah kerajaan Yodya dibangun, seterusnya aman dan tenteram, damai dan sejahtera. Itulah sebabnya, nama Yodya ditambah dengan karta, yang mengandung arti serba baik. Demikianlah, kerajaan itu, kemudian, disebut Yodyakarta. Dalam perkembangan selanjutnya, mungkin karena ucapan, nama itu menjadi Yogyakarta hingga sekarang. Di sebelah utara istana Yogyakarta ada sebuah pasar yang kini dibangun bagus sekali, disebut Beringharja, yang semula desa Beringan, yang letaknya disebelah utara hutan Garjitawati.
Semogga menambah Wawasan Anda Semua. ..
Assalamualaikum..
Sumber : http://didikdwia.blogspot.com/2009/04/asal-usul-nama-yogyakarta.html

Bagi Yg suka Tawuran Tuh Melebihi anak Idiot dan Autis…!!!

Assalamualaikum. Wr.wb

Apakah Masih Zamankah Tawuran..?
Ga deh..Norak Banget si lo..
Emang mereka2 Yg suka Tawuran gitu kan alay Banget Cuy…
Bagi Gue Lebih Mulia Menjadi Anak Alay.Kuper.Ga suka keluar rumah ketimbang Anak anak tawuran
Nih foto” anak Norak..

image

Ketangkep Polisi Nangis minta ampun. ..
Kok kalah sama bencong si halah…
Apa maksud Coba mereka Kaya gitu
Nih Gue Harun Arrasyid Mengatakan Kalau Anak tawuran tuh Kampungan,Idiot,Gila,Autis

Yg Ini lebih Norak Banget,
Coba Ngacung Bagi temen” gue yg suka tawuran..
Semoga Saat mati Nanti 1 tahun Sekarat, amin

image

Semua Tuh harusnya Kayak Gini
Hidup seadanya Jangan Sok kaya lo Suka Tawuran
Emangnya tawuran masih zaman iya?? tawurankan hanya untuk manusia dizaman jahiliyah yang masih diselimuti dengan kebodohan. Sekarang itu zamannya orang berfikir demi kemajuan dunia, dan pola orang berfikir itu selalu berusaha menyelesaikan masalah tanpa masalah, bukannya menyelesaikan masalah menimbulkan masalah baru seperti tawuran. Tuhkan udah terbukti bahwa udah gak zaman tawuran, jad Tawuran? Norak banget ya,,,
Kalian Semua Tuh Sebenernya Ga usah Hidup Di Sini Toh Nyusahin Aje Lo Makan iya Berbuat yg kaga kaga…
Kalau berani Jangan Tawuran deh..
Kalau berani tuh Robek perut lu dulu kalau ga mati silahkan tawuran…!?? .

image

Contoh yg baik…

Kisah Tragis Ninja cadar Pembunuh Kyai Di JawaTimur tahun 1998

image

KH Abdurrahman (GusDur) tanggal 29 November2003 mengungkapkan kepadapers terjadinya pembunuhanterhadap dua orang kiai PKB(Partai Kebangkitan Bangsa)asal Jember dan Lumajang,Jawa Timur. Pelakunya terlatihdan terorganisasi. Kejadiannyamirip teror ninja diBanyuwangi menjelang Pemilu1999. Ini adalah usaha untukmenggagalkan Pemilu 2004,kata Gus Dur.Kita teringat pemberitaanmedia massa lima tahun yanglalu mengenai rentetanpembunuhan terhadap dukunsantet (tenung) diBanyuwangi. Korbandipenggal kepalanya,dicincang-cincang, bagiantubuhnya digantung di pohonatau dilemparkan ke dalammasjid. Pembunuhnyaberpakaian hitam, bertopenghitam, bersenjata arit danpedang, bagaikan ninjaJepang. Rakyat ketakutandibuatnya.Akhir Agustus 1998 tercatatlebih dari 50 kasuspembunuhan. Selama bulanSeptember rata-rata tiga kalisehari terjadi pembunuhan.Bulan Oktober teror ninjameningkat.Rakyat lalu membentukkelompok-kelompokkeamanan desa, berjaga-jaga,mendirikan rintangan jalan,memberlakukan jam malam,dan membalas dengan aksimemburu orang-orang yangdisangka ninja. Pada akhirOktober kelompok-kelompokitu telah menewaskan palingsedikit 35 orang yang dicurigaisebagai ninja.Lebih dari dua pertiga korbanpembunuhan oleh teror ninjaadalah pengikut NahdlatulUlama (NU). Akhir Novemberjumlah korban di Banyuwangitercatat sebanyak 140 orang.Polri Banyuwangi dan paracamat mengatakanpembunuhan itu diorganisasi.Pangdam Jawa Timur MayjenDjoko Subroto mengakuikebanyakan pembunuhanmempunyai modus operandiyang sama. Kapolda Jatimmengatakan para pelakuadalah pembunuh bayaranyang honornya satu jutarupiah untuk satu kalipembunuhan. Sebuah timpencari fakta dari KomnasHAM membenarkanketerangan tadi.Berbagai penjelasan diberikanmengenai sebab musababpembunuhan. Ada yangmengatakan ini adalah gejalahisteria massa. Beberapakelompok penduduk desamembunuh tetangga merekayang dicurigai melakukanpraktik dukun santet.Ada yang bilang pembunuhanitu berkaitan dengan gerakananti-komunis tahun 1965-1966.Ketika itu Banyuwangimerupakan basis PKI, danpemuda Ansor, onderbouwdari NU, melakukan “aksipemberesan” terhadap orang-orang PKI. Maka adasangkaan bahwa dukun-dukunsantet yang dibunuh itu bukananggota Ansor dan kinisahabat dan keluarga orang-orang yang dibunuh 30 tahunyang lalu yakni pengikutkomunis membalas dendam.Tetapi hal ini disangsikan,sebab mengapa pembunuhanbalas dendam terjadi bulanOktober 1998, dan tidaksebelumnya? Lagipula carakorban-korban pembunuhandibunuh secara sadistismempunyai ciri-ciri khas suatukampanye yang bertujuanmenyebarkan teror. Ada pulayang mempersalahkangolongan Kristen, Tionghoa,Muhammadiyah, dan ICMIsebagai dalang pembunuhan,tapi ini niscaya takmeyakinkan.Pada tanggal 14 Oktober 1998diadakan di Tuban rapat dandi sana lebih dari 2.000 ulamaNU bertemu dengan parapejabat penanggungkeamanan dan ketertibanprovinsi Jawa Timur. Paraulama tanpa tedeng aling-aling menuduh para pejabattadi telah mengasih bekingkepada rangkaian peristiwaitu.Empat tahun setelahperistiwa, seorang sarjanaAustralia Kevin O’Rourkemenulis buku berjudul”Reformasi: The Struggle forPower in Post-Soeharto”.Dalam buku ini disingkapkanbahwa akhir Oktober 1998beberapa perwirapurnawirawan dengan latarbelakang intel secara terbukamengutarakan kecurigaanmereka. Adapun Bais (BadanIntelijen Strategis) berada dibelakang pembunuhan-pembunuhan di Banyuwangi.Letkol (Purn) RudolfBaringbing, perwira Bais yangtelah pensiun berkata bahwa,”hanya orang edan yang maupercaya pembunuhan itumurni tindakan kriminal”.Baringbing mencatatbeberapa ciri dari kerjaanintel: pembunuh-pembunuh itudiorganisasi dengan baik,sifatnya rapi (methodical) dantampaknya dirancang untukmenebar ketegangankomunal. Dia jugamempertanyakan mengapapara pembesar tidakmengeluarkan statemenmengenai pembunuhan,kendati telah menahan 157orang yang dicurigai.Dua orang kolonel lain yangpurnawirawan yang jugamemiliki pengalaman intelijensetuju dengan pendapatBaringbing tadi. Merekamemastikan bahwapembunuhan di Banyuwangisangat mirip dengan operasi-operasi Bais di masa lampau.Beberapa bulan setelahgelombang pembunuhanmereda, suatu tim wartawaninvestigatif mengutip secaraoff-the-record sumber-sumbermiliter dari Kodam Jatim yangmenyatakan bahwa “badanintel militer Bais berada dibalik pembunuhan-pembunuhan”.Para wartawan itumenemukan bukti bahwasebuah tim pejabat intel yangdikepalai oleh seorang letkolberada di Situbondo, dekatBanyuwangi, dari awal bulanAgustus hingga pertengahanSeptember, yaitu periodeketika pembunuhan-pembunuhan terhadap dukuntenung (santet) dimulaidengan sungguh-sungguh.Tim intel tersebutmengatakan sedangmengumpulkan bukti-buktimengenai perjudianterorganisasi, kendati juditidak dikenal di daerahpertanian Banyuwangi. Suatupenyelidikan oleh tim DPRmengkonfirmasikan bahwarangkaian pembunuhan telahmerenggut nyawa 182 orang.Pembunuhan itu pasti telahdiorganisasi, tetapi sepertipenembakan di Semanggi(Jakarta), huru hara Mei 1998,dan pembunuhan terhadapmahasiswa Trisakti, tidak adakesimpulan ditarik mengenaisiapa yang bertanggungjawab. Pembunuhan-pembunuhan itu tidak pernahbisa dijelaskan (2002: hlm.170-171). Semua paparan tadiadalah cerita untukmenyegarkan kembali ingatankita.Lima tahun telah berlalu. KiniGus Dur mengungkapkanpembunuhan dua kiai PKB diJawa Timur. Tetapi KapoldaJatim Irjen Hery Susanto diSurabaya tanggal 30November menepis tudinganGus Dur. Tewasnya dua kiaiadalah murni akibat tindakankriminal murni. Terlalu jauhuntuk mengkaitkan peristiwatersebut dengan usaha hendakmenggagalkan Pemilu 2004,kata Kapolda.Ketua Umum PKB Alwi Shihabbereaksi. “Untuk mudahnyamemang polisi bisamengatakan, ini kriminalmurni. Tapi kami tidak bisamenerima begitu saja.”Polisijuga belum mampumengungkap kasus yangterjadi lima tahun yang lalu,apakah itu kriminal murniatau bukan.Panglima TNI JenderalEndriartono Sutarto beberapawaktu yang lalu mengatakankepada pers tentang adanyausaha untuk menggagalkanPemilu 2004. Kini Gus Durbicara tentang usaha orangmenggagalkan Pemilu 2004.Jika di masa mendatangmenyusul tokoh-tokoh lainbicara tentang hal yang sama,jangan-jangan memang Pemilu2004 bisa gagal.Segala-galanya tetap beradadalam kabut misterius,walaupun dalam perspektifoperasi intel, tampaknyakayak maling teriak maling.Ini bisa bikin pusing, tapisebelum kita semua pusing,termasuk Presiden Megawati,saya stop di sini saja dan sayaucapkan maaf lahir batin,selamat Idul Fitri. (RioL)Oleh : Rosihan AnwarWartawan SeniorKiai NU dan Pengurus PKBLumajang DiterorKetenangan dan keselamatankiai NU dan pengurus DPCPKB Lumajang yang konsistendengan DPP PKB pimpinan KHAbdurrahman Wahid-AlwiShihab terusik. Sejakpembunuhan Ketua DewanSyuro PKB Jatiroto, KH AsmuniIshaq, kini ganti mereka yangditeror melalui telepon.Intinya, penelepon memintamereka tidak neka-neka agartak menerima nasib tragisseperti Kiai Asmuni.”Berdasar laporan yang kamiterima pada hari ini (kemarin-Red), setidaknya ada tigapengurus PAC dan DPC PKByang menerima teror melaluitelepon. Selain itu, ada satukiai NU rumahnya terusdikitari dua orang tak dikenalnaik sepeda motor,” kataWakil Sekretaris PKBLumajang Nanang Hanafie,Selasa (2/12/2003) petang.Sayang, Nanang keberatanmengungkapkan nama-namapengurus PAC dan DPC PKByang menerima teror telepontersebut. Namun, diamenjelaskan, rumah KH KhidirFasah pada Senin (1/12) pukul23.30 terus dikitari dua orangtak dikenal yang naik sepedamotor. Karena tindakan orangtak dikenal itu mencurigakan,saudara Kiai Khidir, Haji Lutfimelaporkan situasimencurigakan di rumah KiaiKhidir kepada polisi melaluitelepon 119.”Akhirnya memang ada polisiyang meluncur ke TKP diwilayah Kecamatan LumajangKota. Namun, orang takdikenal yang mengitari rumahKiai Khidir sudah pergi,”tambahnya.Menyinggung isi ancamankepada pengurus DPC PKB,Nanang mengemukakan, sipenelepon gelap mengancamakan menghabisi pengurusDPC dan PAC PKB yang beranibertindak macam-macam.Peneror mengingatkan agarpengurus DPC dan PAC PKBtak terlibat aktif dikepengurusan DPC PKB yangberkantor di Jl KH Iljas. “Kamimenilai, teror pada Seninmalam tersebut kemungkinanbesar masih terkait denganpembunuhan terhadap KHAsmuni Ishaq,” ujarnya.Memang, pascapemilihanBupati Lumajang, partaiberlambang bola dunia yangdikelilingi bintang sembilan itudililit persoalan internal.Sebab, kebijakan DPP PKByang merekomendasikannama Munif Baisuni takdiindahkan secara konsistenoleh 14 anggota FKB di DPRDLumajang. Anggota FKB lebihsuka memilih Achmad Fawzi,bupati lama Lumajang.Akhirnya, dalam pemilihanbupati Achmad Fawzi terpilihkembali sebagai orangpertama di kabupatenberpenduduk satu juta orangtersebut.Akibat lebih lanjut dari konflikdi internal PKB Lumajangadalah terjadi pembelahanpolitik di tubuh PKB. Kini adadua kepengurusan PKB.Pertama, PKB yang berkantordi Jl Suhandak pimpinan HasanSaid yang menolak kebijakanDPP PKB membekukan DPCPKB Lumajang. Adapun PKByang konsisten dengankebijakan DPP PKB dipimpinPjs AS Hikam. DPC PKBtersebut berkantor pusat di JlKH Iljas. Nanti kan yangdiakui KPU adalah caleg yangdiusulkan

Sumber :http://17romadon.blogspot.com/2010/09/kasus-nin